Artikel Epistemic Justice and Critical Minerals–Towards a Planetary Just Transition karya Ronghui (Kevin) Zhou dan David Brown menawarkan perspektif mendalam tentang peran keadilan epistemik dalam pengelolaan mineral kritis yang menjadi kunci bagi transisi energi global. Mineral seperti litium, kobalt, dan logam tanah jarang adalah komponen vital dalam teknologi energi terbarukan seperti baterai kendaraan listrik dan panel surya. Namun, penambangannya sering kali menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang berat, terutama bagi komunitas lokal dan masyarakat adat di wilayah ekstraksi.
Mereka menyoroti bagaimana ketidakadilan epistemik—ketika pengetahuan, pengalaman, dan perspektif komunitas terdampak diabaikan dalam proses pengambilan keputusan—dapat memperburuk ketimpangan dalam rantai pasokan mineral kritis. Penulis mengajukan konsep “transisi yang adil secara planetari,” yang tidak hanya berfokus pada mitigasi dampak lingkungan tetapi juga menekankan perlunya menghormati dan mengintegrasikan pengetahuan lokal dalam pengelolaan sumberdaya.
Dengan pendekatan interdisipliner, artikel ini menghubungkan isu keadilan sosial, etika lingkungan, dan kebijakan sumberdaya untuk memberikan panduan transformatif dalam menghadapi tantangan global. Bagi pembaca yang peduli pada keberlanjutan, keadilan sosial, dan bagaimana membangun ekonomi hijau yang inklusif, artikel ini menjadi bacaan penting yang menawarkan wawasan kritis tentang solusi yang berorientasi pada keadilan dan keberlanjutan.



