Conceptualising Social Licence to Operate

Conceptualising Social Licence to Operate

Artikel Conceptualising Social Licence to Operate karya Alice Stuart dan rekan-rekannya membahas konsep “Social Licence to Operate” (SLO), yang merujuk pada tingkat dukungan dan penerimaan masyarakat terhadap aktivitas perusahaan. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 dan telah diterapkan dalam berbagai industri ekstraksi sumber daya untuk menggambarkan perubahan dalam interaksi antara perusahaan dan komunitas.

SLO dianggap sebagai kontrak sosial yang tidak tertulis antara perusahaan dan pemangku kepentingan, termasuk karyawan, serikat pekerja, komunitas lokal, dan pemerintah. Memperoleh dan mempertahankan SLO sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan operasi mereka diterima secara sosial dan berkelanjutan. Artikel ini menekankan bahwa perusahaan harus beroperasi sesuai dengan ekspektasi masyarakat dan menghindari aktivitas yang dianggap tidak dapat diterima. Kegagalan dalam memenuhi ekspektasi ini dapat menyebabkan penolakan proyek, tantangan hukum, atau kerugian reputasi.

Artikel ini juga membahas pentingnya pengukuran kuantitatif terhadap niat pemangku kepentingan dalam mendukung tujuan bisnis perusahaan. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan atau penolakan, perusahaan dapat mengembangkan strategi untuk mengatasi tantangan dan memastikan niat positif dari pemangku kepentingan.  Secara keseluruhan, artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya SLO dalam operasi perusahaan dan menawarkan panduan bagi perusahaan untuk membangun dan mempertahankan dukungan dari komunitas dan pemangku kepentingan lainnya.

Related Posts