Artikel Could Deep-sea Mining Sustain Sustainability? The International Seabed Authority and the UN 2030 Agenda karya Aistė Klimašauskaitė dan rekan-rekannya membahas peran Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA) dalam mengatur penambangan laut dalam dan implikasinya terhadap Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Penambangan laut dalam, yang menargetkan mineral berharga seperti nikel, kobalt, dan tembaga dari dasar laut, dipandang sebagai solusi potensial untuk memenuhi permintaan bahan baku teknologi hijau. Namun, praktik ini menimbulkan kekhawatiran lingkungan yang signifikan, termasuk kerusakan ekosistem laut dalam yang belum sepenuhnya dipahami.
ISA, sebagai badan yang bertanggung jawab mengatur aktivitas di dasar laut internasional, berada di pusat perdebatan ini. Meskipun bertujuan untuk memastikan bahwa eksploitasi sumber daya laut dalam dilakukan secara berkelanjutan dan adil, ISA menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan dorongan ekonomi untuk penambangan dengan kebutuhan mendesak untuk melindungi keanekaragaman hayati laut. Beberapa negara dan ilmuwan telah menyerukan moratorium penambangan laut dalam hingga dampak lingkungannya dipahami dengan lebih baik.
Artikel ini mengeksplorasi bagaimana ISA dapat memperkuat kerangka regulasinya untuk lebih mendukung tujuan keberlanjutan global. Penulis menyoroti perlunya pendekatan yang lebih proaktif dalam manajemen pengetahuan dan penilaian dampak lingkungan, serta pentingnya keterlibatan komunitas internasional dalam pengambilan keputusan terkait penambangan laut dalam. Dengan demikian, artikel ini menawarkan wawasan mendalam tentang kompleksitas regulasi penambangan laut dalam dan relevansinya dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.



