Corporate Social and Environmental Reporting in the Mining Sector: Seeking Pragmatic and Moral Forms of Legitimacy?

Corporate Social and Environmental Reporting in the Mining Sector: Seeking Pragmatic and Moral Forms of Legitimacy?

Artikel Corporate Social and Environmental Reporting in the Mining Sector: Seeking Pragmatic and Moral Forms of Legitimacy? karya Gideon Jojo Amos mengeksplorasi bagaimana perusahaan pertambangan menggunakan pelaporan sosial dan lingkungan (SER) untuk memperoleh legitimasi pragmatis dan moral dari pemangku kepentingan.  Studi ini menganalisa 27 laporan SER dari tiga anggota International Council on Mining and Metals (ICMM) selama periode 2006 hingga 2014, mencakup dua tahun sebelum dan enam tahun setelah implementasi Sustainable Development Framework pada tahun 2008.

Dengan menggunakan analisis isi dan interpretatif, penelitian ini menemukan bahwa kategori “karyawan”, “lingkungan”, dan “keterlibatan komunitas” memiliki jumlah pengungkapan tertinggi, sementara “energi”, “tata kelola”, dan “umum” paling sedikit diungkapkan.  Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan pertambangan mengadopsi berbagai strategi pengungkapan untuk mengelola legitimasi mereka di mata pemangku kepentingan.  Variasi dalam strategi ini mungkin mencerminkan fokus pada pemangku kepentingan tertentu yang memberikan legitimasi.

Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi regulator industri pertambangan dalam merumuskan indikator tanggung jawab sosial dan lingkungan yang mendorong pengungkapan informasi lebih berkualitas.  Selain itu, metode analisis dua tahap yang digunakan menambah kedalaman kualitatif, membantu pemangku kepentingan memahami praktik pengungkapan dalam industri pertambangan.

Related Posts