Laporan Decarbonization of the Mining Sector yang dirilis oleh Intergovernmental Forum on Mining, Minerals, Metals, and Sustainable Development (IGF) pada Agustus 2024 menyoroti peran vital sektor pertambangan dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sektor ini menjadi tulang punggung penyediaan mineral dan logam seperti tembaga, nikel, dan litium yang diperlukan untuk teknologi energi bersih seperti baterai kendaraan listrik dan panel surya. Namun, laporan ini juga menggarisbawahi tantangan besar berupa emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari proses ekstraksi dan pengolahan mineral. Untuk mengatasi tantangan ini, strategi dekarbonisasi diusulkan, termasuk peralihan ke sumber energi terbarukan, adopsi teknologi rendah karbon, dan peningkatan efisiensi operasional.
Karenanya, laporan ini merekomendasikan langkah-langkah penting, seperti mengintegrasikan target dekarbonisasi sektor pertambangan ke dalam NDCs, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan meningkatkan transparansi data emisi. Dengan pendekatan holistik, sektor pertambangan tidak hanya dapat mendukung komitmen iklim global tetapi juga memastikan keberlanjutan operasi untuk memenuhi permintaan mineral yang terus meningkat. Dokumen ini menjadi panduan penting bagi pemangku kepentingan dalam mendorong praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.



