Laporan Mine 2024: Preparing for Impact dari PwC menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi 40 perusahaan pertambangan terbesar dunia di tengah penurunan harga komoditas dan peningkatan biaya operasional. Meskipun produksi komoditas utama meningkat, pendapatan industri menurun lebih dari 7% pada tahun 2023, dengan proyeksi penurunan berlanjut pada tahun 2024. Untuk tetap kompetitif, perusahaan pertambangan perlu berinvestasi dalam teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja. Selain itu, praktik “urban mining” atau daur ulang material menjadi semakin penting untuk memenuhi permintaan mineral yang berkelanjutan.
Laporan ini juga mencatat peningkatan aktivitas merger dan akuisisi yang berfokus pada mineral kritis, dengan transaksi terkait tembaga dan litium mendominasi. Keberlanjutan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan investasi, mendorong perusahaan untuk membentuk aliansi strategis dan berkolaborasi dengan pemerintah guna menciptakan lingkungan yang mendukung. Dengan memanfaatkan teknologi dan praktik berkelanjutan, industri pertambangan dapat memaksimalkan dampak positif jangka panjang dan berbagi keuntungan dengan semua pemangku kepentingan.



