Dokumen Newmont Sustainability Report 2023 menguraikan pencapaian dan tantangan utama perusahaan dalam aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi yang terkait dengan operasi pertambangannya. Tahun 2023 menjadi tahun transformatif bagi Newmont, terutama dengan akuisisi Newcrest, yang memperluas cakupan operasional perusahaan dan membawa tantangan baru dalam integrasi keberlanjutan.
Pada aspek sosial, perusahaan menyoroti komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, dengan tujuan jangka panjang untuk menciptakan tempat kerja bebas dari kecelakaan fatal. Sayangnya, laporan ini juga mencatat beberapa insiden fatal yang terjadi sepanjang tahun, mendorong perusahaan untuk meningkatkan sistem manajemen risiko dan program keselamatan. Selain itu, Newmont melaksanakan berbagai program pengembangan masyarakat, termasuk investasi dalam pendidikan, infrastruktur, dan program pemberdayaan ekonomi lokal di berbagai wilayah operasi.
Dalam aspek lingkungan, perusahaan terus berupaya mengurangi dampak pertambangannya dengan menerapkan strategi keberlanjutan yang mencakup pengurangan emisi karbon, pengelolaan air yang lebih efisien, dan reklamasi lahan bekas tambang. Perusahaan juga telah mulai mengadopsi standar Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD) sebagai bagian dari upaya transparansi dalam pengelolaan risiko lingkungan.
Dari sisi ekonomi, Newmont mencatat kontribusi ekonomi langsung sebesar $4,7 miliar, yang mencakup gaji, pajak, royalti, serta investasi dalam proyek komunitas. Perusahaan juga terus meningkatkan tata kelola perusahaan dengan memperkuat kebijakan kepatuhan dan etika bisnis. Dalam hal pelaporan, Newmont mengadopsi standar pelaporan global seperti yang dibuat oleh Global Reporting Initiative (GRI) dan Sustainability Accounting Standards Board (SASB), menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Laporan keberlanjutan Newmont 2023 memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya contoh yang baik bagi perusahaan lain dalam industri ekstraktif dan sektor bisnis lainnya yang ingin meningkatkan transparansi keberlanjutan. Salah satu keunggulan utama laporan ini adalah struktur dan keterbukaannya dalam menyajikan informasi. Laporan ini menggunakan standar internasional, seperti GRI dan SASB, yang memastikan data yang disajikan mudah dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Dengan adanya integrasi standar ini, laporan ini juga membantu pemangku kepentingan dalam menilai kinerja keberlanjutan perusahaan secara objektif.
Selain itu, laporan ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menyelaraskan operasi bisnis dengan praktik keberlanjutan global. Newmont tidak hanya menyoroti pencapaian positifnya, tetapi juga secara jujur mengakui kegagalan dan area yang perlu diperbaiki. Misalnya, perusahaan mengakui tidak sepenuhnya mencapai semua target keberlanjutan yang telah ditetapkan, dengan hanya tiga dari sepuluh target yang berhasil dipenuhi sepenuhnya. Keterbukaan ini menunjukkan budaya akuntabilitas yang tinggi.
Dari sisi inovasi dalam keberlanjutan, laporan ini juga mencerminkan pendekatan proaktif perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi dan praktik terbaik dalam operasinya. Contohnya, dalam aspek keselamatan kerja, Newmont meningkatkan penggunaan sistem keselamatan kendaraan berbasis teknologi untuk memantau perilaku pengemudi dan mengurangi kecelakaan di lokasi tambang. Upaya ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengurangi risiko operasional dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Laporan ini juga memiliki keunggulan dalam memberikan konteks global yang relevan. Dengan operasi di berbagai negara, Newmont menyesuaikan pendekatannya terhadap keberlanjutan berdasarkan kebutuhan spesifik setiap wilayah. Di Ghana, misalnya, perusahaan berfokus pada pengembangan alternatif ekonomi bagi komunitas lokal melalui program pertanian berkelanjutan dan pelatihan keterampilan, sementara di Peru, perusahaan bermitra dengan organisasi internasional untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan bagi komunitas pedesaan.
Selain isi yang kuat, laporan ini juga unggul dalam aspek desain dan penyajian data. Penggunaan infografis, diagram, dan hyperlink interaktif dalam laporan ini membantu pembaca memahami informasi dengan lebih mudah. Fitur interaktif ini juga memungkinkan akses cepat ke bagian laporan yang lebih spesifik atau mendalam.
Salah satu area yang dapat diperbaiki adalah penyajian dampak nyata dari kebijakan keberlanjutan yang telah diterapkan. Laporan ini memberikan banyak informasi tentang target, strategi, dan metrik kinerja, tetapi kurang dalam menyajikan bukti konkret tentang dampak langsung dari program-programnya terhadap masyarakat dan lingkungan. Sebagai contoh, meskipun ada diskusi tentang investasi $20 juta dalam program pemulihan COVID-19 untuk komunitas, laporan ini tidak secara rinci menguraikan bagaimana investasi tersebut diterjemahkan ke dalam peningkatan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, laporan ini dapat meningkatkan aspek keterlibatan pemangku kepentingan dengan memberikan lebih banyak wawasan dari perspektif pihak ketiga. Walaupun ada referensi terhadap masukan dari pemangku kepentingan dalam analisis materialitas, sebagian besar isi laporan masih berpusat pada narasi internal perusahaan. Menambahkan testimoni dari komunitas lokal, pekerja, atau mitra eksternal akan memberikan perspektif yang lebih kaya tentang efektivitas inisiatif keberlanjutan yang dilakukan.
Dari sisi transparansi kinerja, meskipun perusahaan telah menunjukkan keterbukaan dalam menyajikan target yang tidak tercapai, laporan ini dapat lebih eksplisit dalam menguraikan langkah-langkah konkret untuk memperbaiki pencapaian yang kurang. Misalnya, dalam aspek keselamatan kerja, meskipun ada peningkatan dalam jumlah verifikasi kontrol kritis, angka kejadian signifikan (Significant Potential Events) tetap tinggi. Laporan ini dapat lebih baik dengan menyajikan strategi spesifik yang akan diterapkan untuk menurunkan angka kejadian tersebut dalam jangka panjang.
Dalam aspek keberlanjutan lingkungan, perusahaan dapat lebih proaktif dalam mendiskusikan pendekatan jangka panjang terhadap energi terbarukan dan mitigasi perubahan iklim. Meskipun laporan ini menyebutkan upaya mengurangi konsumsi air dan meningkatkan efisiensi energi, informasi tentang strategi transisi jangka panjang menuju net-zero carbon masih relatif terbatas dan memerlukan rincian yang lebih konkret.
Terakhir, Newmont dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan kejelasan pelaporan mengenai risiko dan tantangan utama yang dihadapi. Laporan ini mencakup berbagai tantangan operasional, tetapi tidak selalu memberikan gambaran yang cukup mendalam tentang risiko besar yang dapat mempengaruhi masa depan perusahaan, terutama dalam menghadapi perubahan peraturan global dan ketidakstabilan ekonomi.
*****



